Selasa, 19 April 2016

Kegiatan Sosialisasi Kartu Jakarta Pintar (KJP)
 di SDS Pantai Indah 
dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia (TFI)


Kelas  : LJ21
Waktu : Kamis, 14 April 2016
Pukul  : 09.30 - 12.30
Lokasi : SDS Pantai Indah, Cilincing, Jakarta Utara

Tim yang hadir
Ketua : Calvin Sukmana - 1801379262
Anggota :
- Albert Tanamas - 1801387586
- Billy Leonardo - 1801391526
- Erwin Setia Putra - 1801387056
- Jeisen Winata - 1801390611
- Johan Davidson - 1801382710
- Juny Christina - 1801432791
- Kevin Christy - 1801375642

Tim yang tidak hadir : (tidak ada)

Kegiatan kami bermula pada pagi hari sekitar pukul 08.00 di Binus Anggrek yang bersiap untuk menuju sekolah tempat kami akan melakukan sosialisasi KJP yaitu di SDS Pantai Indah.

Ketika kami tiba di tempat tujuan, kami langsung menghadap Kepala Sekolah SD tersebut dan beliau mengumumkan kepada seluruh orang di sekolah tentang maksud dan tujuan kedatangan kami sebagai mahasiswa Binus yang akan melakukan sosialisasi KJP. 

Rencana yang tim kami buat untuk melakukan sosialisasi KJP yaitu kami membagi tim besar menjadi beberapa tim kecil yang akan bertugas melakukan sosialisasi per kelas. Sehingga situasinya adalah dalam 1 kelas terdapat 1 atau 2 orang dari tim kami yang akan melakukan sosialisasi. Secara umum, hal yang telah kami lakukan yaitu ketika memasuki ruang kelas, kami memperkenalkan diri dan tujuan kedatangan kami kepada siswa pada kelas tersebut.

Dimulai dari perkenalan, berlanjut dengan memberikan pre-test pada mereka dengan cara membacakan soal dan mereka mengisi jawaban pada kolom yang disediakan. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi KJP itu sendiri seperti memberitahukan aturan-aturan apa saja yang harus mereka patuhi ketika menjadi seorang pemegang KJP, sanksi yang akan diterima jika melakukan pelanggaran, kemudian hal-hal teknik yang berhubungan dengan kartu dan biaya yang mereka dapatkan dan fungsi KJP secara baik dan benar.

Setelah melakukan sosialisasi kepada siswa pada kelas tersebut, kegiatan selanjutnya adalah meminta mereka untuk menjawab soal yang sama pada kolom post-test untuk menguji seberapa jauh kemampuan mereka tentang KJP. Setelah selesai sesi tanya jawab, maka langkah selanjutnya adalah berpamitan pada siswa-siswi dan pergi menghadap Kepala Sekolah untuk berucap terimakasih atas kerjasama dan ketersediaan waktu dan tempat agar terlaksananya kegiatan sosialisasi Kartu Jakarta Pintar ini.

Lampiran foto kegiatan selama proses sosialisasi KJP kepada siswa SDS Pantai Indah









Kegiatan Sosialisasi Kartu Jakarta Pintar (KJP) 
di SDS Pantai Indah 
dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia (TFI)


Kelas   : LJ21
Waktu  : Senin, 4 April 2016
Pukul   : 08.00 - 09.000
Lokasi : SDS Pantai Indah, Cilincing, Jakarta Utara

Tim yang hadir : 
Ketua : Calvin Sukmana - 1801379262
Anggota :
- Albert Tanamas - 1801387586
- Billy Leonardo - 1801391526
- Erwin Setia Putra - 1801387056
- Jeisen Winata - 1801390611
- Johan Davidson - 1801382710
- Juny Christina - 1801432791
- Kevin Christy - 1801375642


Tim yang tidak hadir : (tidak ada)

dari kiri ke kanan: Billy, Kevin, Juny, Albert, Erwin, Johan, Jeisen, Calvin

Kegiatan yang kami lakukan pada hari Senin,4 April 2016 adalah berkunjung ke sekolah dasar swasta Pantai Indah yang berlokasi di Cilincing, Jakarta Utara, dengan tujuan untuk mendapatkan izin resmi untuk melakukan kegiatan sosialisasi Kartu Jakarta Pintar yang bekerja sama dengan Teach For Indonesia (TFI) Binus. 

Kronologi aktivitas yang kami lakukan adalah pukul 07.00 pagi, tim kami yang berjumlah anggota 8 orang bersiap-siap untuk berangkat bersama-sama dari meeting point di Binus Anggrek. Kami melakukan perjalanan sekitar 1 jam dari Jakarta Barat menuju tempat tujuan. Ketika telah sampai, kelompok kami langsung menghadap Kepala Sekolah SDS Pantai Indah yaitu Bapak Arifin, S.pd. Bersama dengan beliau, kami mendiskusikan hari dan tanggal yang tepat untuk melakukan kegiatan sosialisasi. Tetapi, kami tidak mendapatkan hari dan waktu yang pas untuk melakukan sosialisasi sehingga Kepala Sekolah hanya memberikan list jadwal yang bisa kami gunakan untuk melakukan sosialisasi. 

Kegiatan kami berakhir setelah kami mendapatkan list jadwal dan berpamitan untuk pulang serta memohon kepada pihak sekolah untuk menunggu dan mendapatkan kabar dari kami tentang waktu yang bisa kami gunakan untuk sosialisasi.